Skip to Content
Loading...
Admin
Admin
Online

Assalamualaikum. Wr. Wb. Ada yang bisa kami dibantu?

Mau‘idhah Hasanah KH. Ahmad Fakih Ali di Pondok Pesantren At Taufiq Banyuputih Wringin Bondowoso

Ceramah KH. Ahmad Fakih Ali di Pondok At-Taufiq Banyuputih Wringin

KH. Ach Safrudin Ilyas dan KH. Ahmad Fakih Ali

Alhamdulillah, Acara Haul Majmuk Pondok Pesantren AT-TAUFIQ yang diselenggarakan dalam rangka menyambut bulan Allah yaitu Bulan Rajab semakin khidmat dengan hadirnya Mau‘idhah Hasanah yang disampaikan oleh KH. Ahmad Fakhi Ali. Meski sebelum acara sempat diguyur hujan deras, suasana tetap berjalan lancar, tentram, dan insya Allah penuh berkah.

Dalam awal tausiyahnya, beliau menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Pengasuh Pondok Pesantren AT-TAUFIQ:

“Terima kasih kepada KH. Ach Safrudin Ilyas atas undangannya. Terus terang, saya baru menemukan Haul Majmuk seperti ini, yang melaksanakan adalah Kiai dan Pondoknya, yang mengeluarkan shodaqoh makanan dan lainnya juga dari Kiai dan Pondok. Namun doanya justru dikhususkan untuk para leluhur seluruh undangan dan semua ummat Islam. Semoga barokah.”

KH. Ahmad Fakih Ali
KH. Ahmad Fakih Ali & KH. Achmad Safrudin Ilyas

Beliau juga menegaskan dengan anekdot ringan, bahwa para hadirin patut bersyukur, karena tidak dibebani apa pun:

“Panjenengan semua patut bersyukur, tinggal datang, duduk, mendengarkan, bilang ‘Aamiin’, lalu pulang membawa berkat.”

Selanjutnya, KH. Ahmad Fakih Ali menyampaikan nasihat tentang keutamaan bulan Rajab, sebagai bulan yang mulia dan penuh kesempatan untuk memperbaiki diri:

“Ini adalah bulan yang mulia. Jangan bosan-bosan untuk terus melakukan kebaikan dan perbaikan.”

Beliau mencontohkan langsung keteladanan Pengasuh Pondok Pesantren At-Taufiq Banyuputih:

“Seperti KH. Ach Safrudin ini, membangun pondok, tanah seluas ini diwaqofkan. Padahal kalau panjenengan para jamaah, mending ditanami tembakau saja, hasilnya jelas. Tapi beliau memilih mewaqofkan untuk pendidikan putra-putri panjenengan semua. Semoga beliau diberi kesehatan dan kekuatan oleh Allah SWT.”

Para Kiai dan Jamaah Membaca Sholawat Mahallul Qiam

 Di tengah tausiyah, KH. Ahmad Fakih Ali juga menyelipkan anekdot ringan yang mengundang senyum dan tawa jamaah:

“Jangan semuanya jadi Kiai nanti, kalau semua jadi Kiai tidak ada yang belajar ngaji. Suasananya jadi monoton, ceramah jadi tidak dibutuhkan karena semua sudah Kiai, Moroq tidak bisa karena semua sudah Kiai. Jadilah sesuai kemampuan panjenengan masing-masing saja. Jangan semuanya jadi Kiai.”

Beliau kemudian menambahkan dengan penuh keakraban:

“Tapi kalau di Wringin ini memang beda, pondok pesantrennya banyak sekali. Sepertinya ini kecamatan pondok pesantren. Alhamdulillāh.”

Sepanjang Mau‘idhah Hasanah, jamaah tampak terpukau, khusyuk mendengarkan, dan sesekali tertawa senyum karena gaya penyampaian beliau yang hangat, ringan, namun sarat makna. Hujan yang turun sebelumnya tidak mengurangi kekhidmatan acara, justru menambah suasana menjadi lebih sejuk dan damai. Beliau juga menyampaikan:
 

"Jangan bosan mengajar, sekalipun ada santri yang super awam, sebagai ustad atau guru harus tetap mengayomi, insya Allah semakin susah santri di ajar, insya Allah semakin besar pahalanya"

Masyarakah Banyuputih Ketika Mahallul Qiam dipimpin Majlis Sholawat Da'wah Pondok At-Taufiq

Sebelum sambutan Pengasudn dilaksananakan Sholawat Bilqiam (Mahallul Qiam) yang dipimpin oleh Majlis Sholawat Da'wah At-Taufiq, Semoga seluruh rangkaian acara Haul Majmuk ini membawa barokah untuk semua, menjadikan amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat, serta menjadikan Pondok Pesantren At-Taufiq semakin makmur, maju, dan istiqomah dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak mulia.

Amin Ya Robbal Alamin

Share

Related Posts

Confirmation of Closure

Are you sure you want to close this video playback?