- Posted by : At-Taufiq
- on : June 28, 2026
Dalam pertemuan ini disampaikan lima nasihat yang diharapkan menjadi pedoman bagi santri dan alumni dalam kehidupan sehari-hari.
Nasihat pertama, menjaga nama baik pondok dengan akhlak mulia. Sebab, masyarakat akan menilai lembaga dari akhlak para alumninya. Dalam Ta'lim al-Muta'allim disebutkan:
اَلْأَدَبُ خَيْرٌ مِنَ الْعِلْمِ
"Adab lebih utama daripada ilmu."
Nasihat kedua, mengamalkan ilmu sebelum mengajarkannya. Ilmu akan bernilai apabila diamalkan terlebih dahulu.
اَلْعِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ جُنُونٌ، وَالْعَمَلُ بِلاَ عِلْمٍ لَا يَكُونُ
"Ilmu tanpa amal adalah sia-sia, dan amal tanpa ilmu tidak akan benar."
Nasihat ketiga, mampu menempatkan diri pada tempatnya, bersikap tawadhu' dan menjaga adab di mana pun berada.
يَنْبَغِي لِطَالِبِ الْعِلْمِ أَنْ يَكُونَ مُتَوَاضِعًا
"Seorang penuntut ilmu hendaknya bersikap tawadhu'."
Nasihat keempat, menghormati guru dan tidak melupakan jasa mereka, karena keberkahan ilmu lahir dari penghormatan kepada guru.
مَا وَصَلَ مَنْ وَصَلَ إِلَّا بِحُرْمَةِ الْعِلْمِ وَتَعْظِيمِ الْأُسْتَاذِ
"Seseorang tidak akan mencapai keberhasilan kecuali dengan memuliakan ilmu dan menghormati guru."
Nasihat kelima, tidak berhenti belajar serta istiqamah dalam belajar dan beribadah. Semangat menuntut ilmu hendaknya terus dijaga sepanjang hayat.
مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
"Barang siapa bersabar, niscaya ia akan memperoleh keberhasilan."
Melalui Rutinan Ahad Manis, diharapkan ukhuwah antara pondok, santri, dan alumni semakin erat, sehingga nilai-nilai yang ditanamkan selama di pesantren tetap terjaga dan terus diamalkan di tengah masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.